Rabu, 02 Mei 2012

Korea


Perdebatan Tren Saat Ini

Tulisan ini ditulis dari sudut pandang seseorang yang menyukai fenomena Korea saat ini, terlepas dari apakah hal-hal yang berbau Korea tersebut  merupakan suatu hal yang positif atau negatif, yang terpenting adalah bahwa kesukaan itu sendiri memberikan suatu yang positif bagi yang menyukainya.

Fenomena Korea saat ini memang sedang naik daun termasuk di Indonesia. Semua hal yang berbau Korea menjadi tren di Indonesia  mulai dari drama Korea, musik-musik Korea, fashion style Korea, life style Korea, dan lain-lain. Tak hanya di Indonesia di beberapa negara di dunia juga mengalami tren Korea ini, salah satu mahasiswa di Inggris Rhiannon Brooksban (19) bahkan mengambil langkah ekstrim dengan mengoperasi lidahnya agar ia fasih berbahasa korea. Begitu kuat pengaruh dari fenomena Korea terhadap Korean Chingu. Muncul pertanyaan yang menjadi banyak pembicaraan orang di berbagai media, apakah fenomena korea ini membawa dampak yang positif terhadap para pencintanya atau malah sebaliknya?

Menurut saya pribadi drama Korea dan musik-musik Korea merupakan suatu hal yang menyenangkan, meskipun ketika awal drama Korea mulai memasuki Indonesia saya tidak begitu tertarik sampai pada saat saya menonton drama korea “Jewel in the Palace atau Dae Jang Geum” saya mulai tertarik pada drama Korea.

 Kebanyakan orang saat ditanya mengapa mereka menyukai drama Korea, banyak yang menjawab karena episodenya pendek, pemerannya cantik atau tampan, namun berbeda dengan saya ketika saya menemukan ketertarikan pada drama korea “Jewel in the Palace atau Dae Jang Geum” drama tersebut memiliki episode yang panjang namun setiap episodenya penuh dengan pesan-pesan yang bisa kita ambil, setiap episodenya memberi saya inspirasi, setiap episodenya dikemas secara menarik dan tidak membosankan, mengangkat nilai-nilai kebudayaan Korea, sejarah Korea, dll. Melalui drama Korea itu saya merasa bahwa orang-orang korea sangat bangga terhadap sejarah Korea, kebudayaan Korea, dll.

 Tidak bermaksud membandingkan Korea dengan Indonesia, hanya mengajak pembaca menyadari mengapa Korea bisa mendominasi Indonesia dibandingkan Indonesia sendiri. Benarkah mereka lebih unggul dari Indonesia atau hanya kebodohan orang-orang Indonesia saja yang terlalu mudah dipengaruhi budaya luar dan tidak mau mencintai budaya Indonesia? Tentu tidak kan? Indonesia hanya belum berani keluar dari zona nyamannya untuk membuat karya-karya yang spektakuler.

Positif atau negatif fenomena korea ini kembali pada individu masing-masing, karena setiap hal pasti punya dampak positif maupun negatif meskipun saya pikir ketika kita menyukai suatu hal pasti ada hal-hal positif yang bisa kita ambil karena itu kita menyukainya. Seperti yang saya katakan di awal bahwa kesukaan kita terhadap suatu hal haruslah memberi dampak positif bagi diri kita sendiri terlebih dahulu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar