Perdebatan Tren Saat Ini
Tulisan ini ditulis
dari sudut pandang seseorang yang menyukai fenomena Korea saat ini, terlepas dari
apakah hal-hal yang berbau Korea tersebut
merupakan suatu hal yang positif atau negatif, yang terpenting adalah
bahwa kesukaan itu sendiri memberikan suatu yang positif bagi yang menyukainya.
Fenomena Korea saat ini
memang sedang naik daun termasuk di Indonesia. Semua hal yang berbau Korea menjadi
tren di Indonesia mulai dari drama
Korea, musik-musik Korea, fashion style
Korea, life style Korea, dan
lain-lain. Tak hanya di Indonesia di beberapa negara di dunia juga mengalami
tren Korea ini, salah satu mahasiswa di Inggris Rhiannon Brooksban (19)
bahkan mengambil langkah ekstrim dengan mengoperasi lidahnya agar ia fasih
berbahasa korea. Begitu kuat pengaruh dari fenomena Korea terhadap Korean Chingu. Muncul pertanyaan yang
menjadi banyak pembicaraan orang di berbagai media, apakah fenomena korea ini
membawa dampak yang positif terhadap para pencintanya atau malah sebaliknya?
Menurut saya pribadi
drama Korea dan musik-musik Korea merupakan suatu hal yang menyenangkan,
meskipun ketika awal drama Korea mulai memasuki Indonesia saya tidak begitu
tertarik sampai pada saat saya menonton drama korea “Jewel in the Palace atau
Dae Jang Geum” saya mulai tertarik pada drama Korea.
Kebanyakan orang saat ditanya mengapa mereka
menyukai drama Korea, banyak yang menjawab karena episodenya pendek, pemerannya
cantik atau tampan, namun berbeda dengan saya ketika saya menemukan
ketertarikan pada drama korea “Jewel in the Palace atau Dae Jang Geum” drama
tersebut memiliki episode yang panjang namun setiap episodenya penuh dengan
pesan-pesan yang bisa kita ambil, setiap episodenya memberi saya inspirasi, setiap
episodenya dikemas secara menarik dan tidak membosankan, mengangkat nilai-nilai
kebudayaan Korea, sejarah Korea, dll. Melalui drama Korea itu saya merasa bahwa
orang-orang korea sangat bangga terhadap sejarah Korea, kebudayaan Korea, dll.
Tidak bermaksud membandingkan Korea dengan
Indonesia, hanya mengajak pembaca menyadari mengapa Korea bisa mendominasi
Indonesia dibandingkan Indonesia sendiri. Benarkah mereka lebih unggul dari
Indonesia atau hanya kebodohan orang-orang Indonesia saja yang terlalu mudah
dipengaruhi budaya luar dan tidak mau mencintai budaya Indonesia? Tentu tidak kan?
Indonesia hanya belum berani keluar dari zona nyamannya untuk membuat
karya-karya yang spektakuler.
Positif atau negatif
fenomena korea ini kembali pada individu masing-masing, karena setiap hal pasti
punya dampak positif maupun negatif meskipun saya pikir ketika kita menyukai
suatu hal pasti ada hal-hal positif yang bisa kita ambil karena itu kita
menyukainya. Seperti yang saya katakan di awal bahwa kesukaan kita terhadap
suatu hal haruslah memberi dampak positif bagi diri kita sendiri terlebih
dahulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar