Share / Save
Email
Bookmark
Blogger PostFacebookDeliciousGoogle BookmarksMySpaceYahoo BuzzStumbleUponBeboWordPressOrkutEvernoteStumpediaPosterousMSDNExpressionTipdPlurkYahoo MessengerMozillacaTypePad PostMixxTechnorati FavoritesCiteULikeHemidemiInstapaperXerpiWinkBibSonomyTailrankKledyMeneameBookmarks.frNewsVineFriendFeedPingProtopage BookmarksFavesWebnewsPushaSlashdotAllvoicesImera BrazilLinkaGoGounalogDiglogTumblrCurrentSpurlOneviewSimpyBuddyMarksViadeoWistsBackflipSiteJotDZoneHyvesBitty BrowserSymbaloo FeedsFolkdNewsTrustPrintFriendlyTuenti
Google GmailHotmail
TwitterDiggGoogle BuzzRedditMessengerYahoo BookmarksMister-WongGoogle ReaderXINGNetvibes ShareStrandsDailyMeTechNetArtoSmakNewsAIMIdenti.caBox.netNetlogShoutwireJumptagsFunPPhoneFavsNetvouzDiigoBlogMarksStartAidKhabbrYoolinkTechnotizieMultiplyPlaxo PulseSquidooBlinklistYiGGSegnaloYouMobFarkJamespotTwiddlaMindBodyGreenHuggNowPublicLiveJournalHelloTxtYampleLinkatopiaLinkedInAsk.com MyStuffMapleConnoteaMyLinkVaultSphinnCare2 NewsSphereGabbrTagzaVodPodAmazon Wish ListRead It LaterEmail
Yahoo MailAOL Mail
Send from any other email service:
Any email
Powered by AddToAny
* Halaman Utama
* Psychologymania
* My Windows Life
* About Me
*
* Google Translate
* Menu Edit
Psychology Mania, Ardi
*
* Situs Psikologi
o H.I.M.P.S.I
o Sagepub's Jurnal
o Kumpulan Artikel
o Kumpulan Artikel Nadhirin
o Belajar Psikologi
o Web. Psikologi
*
* Kategori
o Klinis dan Abnormal
o Psikologi Agama
o Psikologi Umum
o Psikologi Kepribadian
o Psikodiagnostik
o Psikologi Perkembangan
o Psikologi Sosial
o Psikologi Faal
o Psikologi Pendidikan
o Psi.Ekspr. dan Metpen
o Tokoh-Tokoh Psikologi
o Psi. Industri dan Organisasi
o Psi. Lintas Budaya
o Psikologi Keluarga
o Jur. dan Artikel Bhs. Ingg
o Jurn. Bhs Indonesia
o Agama / Islam
o Skripsi/Tesis/Disertasi
o Umum
o Organisasi dan Foto
*
* Dunia Kampus
o Fak. Psikologi UIN Suska
o Fak. Psi. Univ. Indonesia
o UIN Suska Riau
o Fak. Psikologi UIN Syahid
o Fak. Psi. UIN SGD Bandung
o Fak. Psikologi Unpad
o Fak. Psikologi UGM
o Fak. Psi. Univ. Airlangga
o Fak. Psi. Muhamyh. Malang
o Fak. Psikologi UNM Makassar
o Fak. Psi. UIN MMI Malang
o Fak. Psi. Undip Semarang
*
* Organization
o Organisasi Da'wah
o SEMA Fak Psi. UIN Suska
o UMUM
*
*
Tentang Saya
Foto Saya
Ardi al-Maqassary
"Aku melihat, diujung sana, ada setitik cahaya yang terang benderang. Akan kuraih cahaya itu, dan membagikannya kepada seluruh manusia!!!"
Lihat profil lengkapku
DAFTAR ISI
Silahkan cari di Daftar Isi dibawah ini!!!
1. Klinis - Abnormal - KesMen - Psikoterapi
1. ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
2. ANAK KREATIF
3. AUTISME (AUTISM)
4. Analisis Jabatan (Job Analysis)
5. CERITA NYATA TENTANG KELAINAN SEKS (Sexual Disorder)
6. Diagnosis Gangguan Jiwa
7. Disfungsi Seksual (Sexual Disfunction)
8. Etika Psikologi Eksperimen
9. FAKTOR PENYEBAB DAN PROSES TERJADINYA GANGGUAN MENTAL (PREDISPOSITION FACTORS AND MENTAL PROCESS DISORDER)
10. GANGGUAN IDENTITAS GENDER (GENDER IDENTITY DISORDER)
11. GANGGUAN KECEMASAN (ANXIETY DISORDER)
12. GANGGUAN KEPRIBADIAN (PERSONALITY DISORDER)
13. GANGGUAN SOMATOFORM DAN DISOSIATIF (SOMATOFORM AND DISSOCIATIVE DISORDERS)
14. Gangguan Obsesif Kompulsif (Obsessive Compulsive Disorder (OCD))
15. Gangguan Skizofrenia Merupakan Gangguan Psikosis Fungsional
16. Ilmu Penyakit Jiwa
17. KREATIFITAS DAN FAKTOR - FAKTOR YANG TERKAIT
18. Kesehatan Mental
19. Konsep Manusia Sehat dan Pandangan Beberapa Tokoh tentang Kepribadian yang Sehat (Kesehatan Mental)
20. Kriteria Sehat Mental Menurut Schneiders
21. Logoterapi: sebuah Pendekatan Hidup Bermakna
22. MEMORI
23. PARADIGMA DALAM PSIKOPATOLOGI (Psikologi Abnormal)
24. PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU MANDIRI
25. Pemberian Pelayanan bagi Anak Berbakat dan Anak Kreatif
26. Pengaruh Keterikatan (Attachment) Anak terhadap Kemampuan Anak Mengeksplorasi Lingkungan
27. Penyimpangan Seksual
28. Penyuluhan Kesehatan
29. Peran Dopamin pada Gangguan Spektrum Autistik
30. Perawatan dan Bedah pada Intervensi Klinis
31. RETARDASI MENTAL (MENTAL RETARDATION)
32. SEJARAH PSIKOPATOLOGI (Psikologi Abnormal)
33. Sejarah Gerakan Kesehatan Mental
34. Sejarah Penanganan Gangguan Kesehatan Mental di Dunia Islam
35. Sejarah Psikologi Klinis
36. Telaah Historis Perkembangan Psikologi Eksperimen dan Metode Eksperimen
37. Teori Belajar Psikologi Kognitif
38. Tuna Gragita dan Tuna Daksa
2. Psikologi Agama
1. AJARAN AGAMA HINDU (HINDUISME)
2. AJARAN BUDDHISME (AJARAN BUDDHA)
3. AJARAN KONFUSIONISME (KONGHUCU/CONFUCIUS)
4. AJARAN TAO (TAOISME)
5. KEMATANGAN BERAGAMA
6. KONFLIK PALESTINA VS ISRAEL DITINJAU DARI PSIKOLOGI SOSIAL
7. KONVERSI AGAMA DALAM PANDANGAN PSIKOLOGI
8. Konsep Baik & Buruk Perspektif Filsafa & Islam (Akhlak & Tasawwuf)
9. Logoterapi (sebuah Pendekatan Eksistensialis)
10. Logoterapi, Makna Kehidupan dan Kepribadian Sehat
11. Logoterapi: sebuah Pendekatan Hidup Bermakna
12. PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN PADA MASA ANAK – ANAK
13. PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN PADA MASA REMAJA
14. PSIKOLOGI TIMUR
15. Pandangan Jiwa dari berbagai Perspektif (Al-Qur'an, Filsafat Yunani/Barat, Filsafat Islam, dan Ahli Tasawwuf)
16. Pengantar Jenis - Jenis Terapi (Logoterapi, Terapi Iman, Islam & Ihsan, Terapi Shalat Malam, Terapi Puasa, Terapi Zikir, Terapi Baca Al-Quran)
17. Perkembangan dan Pengaruh Psikologi Timur Terhadap Psikologi Barat
18. Proposal Kognisi Fakultas Psikologi 2009 - 2010
19. Sejarah Penanganan Gangguan Kesehatan Mental di Dunia Islam
20. Teori Tentang Sumber Jiwa Keagamaan
3. Psikodiagnostik
1. ANAK KREATIF
2. Analisis Jabatan (Job Analysis)
3. INTELEGENSI MANUSIA
4. JENIS – JENIS INTELEGENSI (Menurut Howard Gardner)
5. KREATIFITAS DAN FAKTOR - FAKTOR YANG TERKAIT
6. Keberhasilan Tes IQ dalam Memprediksi Kesuksesan Karyawan
7. Mengenal dan Memahami Psikotes Lebih Jauh
8. PENGUKURAN KREATIVITAS
9. PSIKOTES (Pengantar Psikodiagnostik I)
10. Pemberian Pelayanan bagi Anak Berbakat dan Anak Kreatif
11. Pengukuran Psikologi (Defenisi, Sejarah dan Langkah-Langkah Menyusun Alat Tes)
12. Psikodagnistik IV (Minat & Bakat)
13. Psikodiagnostik II (Metode Observasi dan Wawancara)
14. Psikodiagnostik V (Tes Inventori / Inventory Test)
15. Psikodiagnostik VI (Tes Situasional)
16. Sejarah Pengukuran Intelegensi, Jenis-Jenis Intelegensi dan Pendekatan-Pendekatan Intelegensi
17. TAT (Tematik Apperception Test) dan Penggunaannya
18. TES FACT (FLANAGAN APTITUDE CLASIFICATION TEST)
19. TES GRAFIS SEBAGAI ALAT PSIKODIAGNOSTIK
20. TES KPR-V (Kuder Preference Record-Vocational)
21. TES RMIB (ROTHWELL MILLER INTEREST BLANK)
22. TES SSCT (Sack Sentence Completion Test)
23. Tes DAP (Tes Draw A Person) - New !!
24. Tes Intelegensi Wechsler - New !!
25. Tes Inventori (Inventory Test)
26. Tes Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) / Tes Intelegensi
27. Tuna Gragita dan Tuna Daksa
4. Psikologi Umum
1. CINTA DAN BENCI MENURUT PANDANGAN PSIKOLOGI
2. Fisiologi Cinta Romantik Dalam Pandangan Psikologi
3. INTELEGENSI MANUSIA
4. KURT LEWIN (Teori Medan (Field Theory) & teori konflik)
5. Manusia dalam Perspektif Psikologi
6. Mazhab & Aliran dalam Psikologi (Psikoanalisa, Behaviorism, Humanistik, Gestalt, Psikologi Positif, Psikologi Transpersonal & Psikologi Lintas Budaya)
7. Memori dan Pemrosesan Informasi dalam Proses Berpikir
8. OPTIMISME (OPTIMISM)
9. PERSEPSI (Jenis-Jenis Persepsi, Dinamika Persepsi, Prinsip-Prinsip Persepsi & Determinasi Persepsi)
10. PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU MANDIRI (Perkembangan Psikologi Abad ke-19)
11. Psikologi (Defenisi dan sejarah Psikologi)
12. Psikologi Gestalt
13. Sensasi dan Persepsi (Sensation and Perception)
14. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN MENURUT S. FREUD
15. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KOGNITIF JEAN PEAGET
16. TEORI – TEORI MOTIVASI (MOTIVATION THEORIES)
5. Psikologi Perkembangan
1. ANAK KREATIF
2. Desain Pelatihan Pemecahan Masalah pada Remaja
3. Hubungan Antara Emosi, Motivasi dan Proses Kognitif
4. KEMATANGAN BERAGAMA
5. PERILAKU ATTACHMENT (KELEKATAN) PADA ANAK DAN KEMAMPUANNYA BERELASI PADA MASA DEWASA
6. PERIODESISASI PERKEMBANGAN MASA DEWASA AWAL
7. PSIKOLOGI PERKEMBANGAN (Pengertian, Kegunaan, Karakteristik, Fase-Fase, Tugas-Tugas, Faktor dan Hukum-Hukum Perkembangan)
8. PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU MANDIRI
9. Pemberian Pelayanan bagi Anak Berbakat dan Anak Kreatif
10. Pengantar Ilmu Penyakit Anak
11. Pengantar Psikologi Perkembangan
12. Pengaruh Keterikatan (Attachment) Anak terhadap Kemampuan Anak Mengeksplorasi Lingkungan
13. Perkembangan Bahasa Pada Anak
14. Perkembangan Remaja (Adolesen)
15. Prinsip-Prinsip Psikologi Perkembangan
16. Psikologi (Perkembangan Dewasa Awal)
17. Psikologi Perkembangan (Pengantar)
18. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN MENURUT S. FREUD
19. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KOGNITIF JEAN PEAGET
20. TEORI PERKEMBANGAN PSIKOSEKSUAL & KEPRIBADIAN ERIK H. ERIKSON
21. Tahap Perkembangan Kemampuan Bicara dan Berbahasa
22. Tahap perkembangan moral dari Kohlberg
23. Teori perkembangan kognitif
6. Psikologi Faal
1. Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernapasan dan Pencernaan
2. Biology Science (Ilmu Biologi)
3. Ilmu Neurologi (Persyarafan)
4. Ilmu Penyakit & Anatomi, Fisiologi THT (Telinga Hidung Tenggorokan)
5. MEMORI
6. PSIKOLOGI FAAL
7. Pengantar Ilmu Penyakit Anak
8. Penyuluhan Kesehatan
9. Perawatan dan Bedah pada Intervensi Klinis
7. Psikologi Pendidikan
1. ANAK KREATIF
2. AUTISME (AUTISM)
3. BIMBINGAN & KONSELING DI SEKOLAH DASAR
4. BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH LANJUTAN
5. IVAN PETROVICH PAVLOV (Tokoh Fisiologi & Perintis Klasikal Conditioning)
6. KONSEP-KONSEP DASAR PSIKOLOGI KOGNITIF
7. KREATIFITAS DAN FAKTOR - FAKTOR YANG TERKAIT
8. KREATIVITAS (Identifikasi & Perkembangan Kreativitas) - New !!
9. MEMORI
10. PENGUKURAN KREATIVITAS
11. PERAN PSIKOLOG DALAM DUNIA PENDIDIKAN
12. PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU MANDIRI
13. Pemberian Pelayanan bagi Anak Berbakat dan Anak Kreatif
14. Pengaruh Keterikatan (Attachment) Anak terhadap Kemampuan Anak Mengeksplorasi Lingkungan
15. TAKSONOMI BLOOM (Aplikasi di Dunia Pendidikan)
16. Teori Belajar Psikologi Kognitif
17. Tuna Gragita dan Tuna Daksa
8. Tokoh-Tokoh Psikologi
1. ABRAHAM MASLOW (Tokoh Psikologi Humanistik)
2. ALFRED ADLER (Tokoh Psikologi Humanistik)
3. BURHUSS FREDERICK SKINNER (Tokoh Psikologi Behaviorisme)
4. CARL GUSTAV JUNG (Tokoh Psikoanalitik)
5. CARL ROGERS (Tokoh Psikolog Humanisme)
6. ERICH FROMM (Teori Psikologi Sosial)
7. GORDON ALLPORT (Tokoh Psikologi Humanistik)
8. IVAN PETROVICH PAVLOV (Tokoh Fisiologi & Perintis Klasikal Conditioning)
9. JEAN PIAGET (Tokoh Psikologi Perkembangan Kognitif)
10. JOHN LOCKE (Tokoh Empirisme dan Psikologi)
11. JOHN WATSON (Tokoh Psikologi Behavioristik)
12. KAREN HORNEY (Tokoh Psikologi Humanistik)
13. KURT LEWIN (Teori Medan (Field Theory) & teori konflik)
14. SIGMUND FREUD (Tokoh Psikoanalisa)
15. WILLIAM JAMES (Tokoh Pragmatisme & Psikologi Agama)
16. Wilhelm Wundt (Bapak Penemu Psikologi)
9. P.I.O
1. Analisis Jabatan (Job Analysis)
2. Keberhasilan Tes IQ dalam Memprediksi Kesuksesan Karyawan
3. Mengenal dan Memahami Psikotes Lebih Jauh
4. Perilaku Konsumen dan Strategi Produk
A. Psikologi Kepribadian
1. ERICH FROMM (Teori Psikologi Sosial)
2. Hubungan antara Kesehatan dan Gangguan Kepribadian
3. KEPRIBADIAN (SELF) DALAM PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA
4. Konsep Manusia Sehat dan Pandangan Beberapa Tokoh tentang Kepribadian yang Sehat (Kesehatan Mental)
5. Logoterapi, Makna Kehidupan dan Kepribadian Sehat
6. Pengaruh Budaya Terhadap Kepribadian
7. Psikologi Eksistensial
8. Teori Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance Theory) - New !!
9. Teori Tipologi Kepribadian
Islam
1. KEKERASAN PADA ANAK MENURUT UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK, ISLAM DALAM TINJAUAN PSIKOLOGI DAN PENGARUHNYA DALAM PERSIAPAN GENERASI MUSLIM
2. KEMATANGAN BERAGAMA
3. KONFLIK PALESTINA VS ISRAEL DITINJAU DARI PSIKOLOGI SOSIAL
4. Konsep Baik & Buruk Perspektif Filsafa & Islam (Akhlak & Tasawwuf)
5. Logoterapi: sebuah Pendekatan Hidup Bermakna
6. Pandangan Jiwa dari berbagai Perspektif (Al-Qur'an, Filsafat Yunani/Barat, Filsafat Islam, dan Ahli Tasawwuf)
7. Perkembangan Islam di Indocina (Kamboja & Vietnam)
8. Proposal Kognisi Fakultas Psikologi 2009 - 2010
Jurnal dan Artikel Bahasa Inggris
1. (Jurnal) A MODEL FOR COMPETENCE GAP ANALYSIS
2. (Jurnal) Awareness and Identification of Body Dysmorphic Disorder by Aesthetic Surgeons: Results of a Survey American Society for Aesthetic Plastic
3. (Jurnal) Hippocampal and Amygdalar Volumes in Dissociative Identity Disorder
4. (Jurnal) Treatment of Functional Impairment in Severe Somatoform Pain Disorder: A Case Example
Kumpulan Jurnal Berbahasa Indonesia
1. ALERGI MAKANAN, DIET DAN AUTISME
2. EFEKTIVITAS PELATIHAN PENGENALAN DIRI TERHADAP PENINGKATAN PENERIMAAN DIRI DAN HARGA DIRI
3. EKSPRESI EMOSI DAN AUTISTIK: Memetakan Ekspresi Emosi yang Dapat Dikenali pada Anak-Anak Autis
4. HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY, PENYESUAIAN DIRI DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA
5. Hubungan Antara Penerimaan Diri Terhadap Ciri-Ciri Perkembangan Sekunder Dengan Konsep Diri (Pada Remaja Puteri SLTPN 10 Yogyakarta)
6. PENGARUH SIKAP TERHADAP PERILAKU (KAJIAN META ANALISIS KORELASI)
7. PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KONSEP DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA Eksperimen pada Siswa Kelas V SD Negeri di Kecamatan Matraman, Jakarta Timur
8. PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERORIENTASI GAYA KOGNITIF DAN BERWAWASAN KONSTRUKTIVIS
9. PERAN PSIKOLOGI DALAM INVESTIGASI KASUS TINDAK PIDANA
10. TEMPAT PENITIPAN ANAK, MEWAH, MENENGAH DAN SEDERHANA (Studi Perbandingan Perkembangan Anak Balita Secara Kognitif, Motorik & Afektif)
Organisasi Da'wah
1. DM I KAMMI (6-8 Agustus 2009)
2. Foto AKS PDC-I (Apresiasi Kita Seputar Islam: November 2009)
3. Foto Out Bond PDC Insight (27-07-2009)
4. Foto Renang & rihlah PDC-I Ikhwan ( 26-Januari-2009)
5. Mubes PDC (27 Desember 2009)
6. Proposal Kognisi Fakultas Psikologi 2009 - 2010
7. Susunan Kepengurusan PDC Insight (2009 - 2010) - New !!
8. Training Motivasi Kader UIN Suska (16 November 2008)
Psikologi EksperimeN - MetPen - Kualitatif
1. (Jurnal) Awareness and Identification of Body Dysmorphic Disorder by Aesthetic Surgeons: Results of a Survey American Society for Aesthetic Plastic
2. Etika Psikologi Eksperimen
3. Telaah Historis Perkembangan Psikologi Eksperimen dan Metode Eksperimen
Psikologi Keluarga
1. PENTINGNYA ASI BAGI PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKOLOGIS IBU DAN ANAK
2. PSIKOLOGI KELUARGA (FAMILIES PSYCHOLOGY)
3. Rumah Tanggaku Paling Bahagia
Psikologi Lintas Budaya
1. Budaya dan Hubungannya dengan Psikologi
2. KEPRIBADIAN (SELF) DALAM PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA
3. Pengaruh Budaya Terhadap Kepribadian
4. Perilaku Menolong / Altruisme (Analisis pada Suku Kajang)
5. Sejarah Perkembangan Antropologi
Psikologi Sosial
1. Psikologi Sosial (Sejarah dan Defenisi) - New !!
2. Teori Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance Theory) - New !!
SEMA Fak. Psi. UIN Suska
1. Job Description Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Suska Riau - New !!
2. Pelantikan Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi Masa Bakti 2010 - 2011 - New !!
3. SEMA Fakultas Psikologi UIN Suska Riau - New !!
Skripsi - Tesis dan Disertasi
1. MEMAHAMI SPEKTRUM AUTISTIK SECARA HOLISTIK
2. PERAN PERSEPSI KEHARMONISAN KELUARGA DAN KONSEP DIRI TERHADAP KECENDERUNGAN
Umum
1. Pengantar Ilmu Penyakit Anak
2. Proposal Kegiatan (Tata Cara Menulis Karya Tulis Ilmiah) Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna - New !!
3. Proposal Kognisi Fakultas Psikologi 2009 - 2010
Yaaa...Foto - Foto
1. DM I KAMMI (6-8 Agustus 2009)
2. Foto AKS PDC-I (Apresiasi Kita Seputar Islam: November 2009)
3. Foto Acara Silakwil ICMI (15 Dsember 2008)
4. Foto Out Bond PDC Insight (27-07-2009)
5. Foto Renang & rihlah PDC-I Ikhwan ( 26-Januari-2009)
6. Foto-Foto campuran
7. Logo dan Bacground
8. Memeorial in Padang (28-30 Januari 2009)
9. Memorial in Natuna (KKN Juni-Agustus 2010)
10. Memorial in Siak (2008-2009)
11. Mubes PDC (27 Desember 2009)
12. Training Motivasi Kader UIN Suska (16 November 2008)
Widget by Abu Farhan
Lokasi Reader & Visitor
Recent Visitors
[Click to Get a Live Map for your Blog or Website]
[Click to see how many people are online]
Pengunjung
web traffic statistics
Jagan lupa, berikan saran dan kritik anda!!!
Semua info psikologi dapat anda dapatkan disini---> Web. Psychology Mania
[close]
Sabtu, 10 April 2010
PSIKOLOGI FAAL
Sejarah Psikologi Faal
Psikologi sebagai bagian dari ilmu faal muncul pada abad 19 seiring dengan kemajuan ilmu alam (natural science) . Pada fase ini pemikiran tentang manusia terus berkembang dan banyak dilakukan eksplorasi fisiologis manusia secara empiris. Konteks keilmuan abad 19:
— Riset empirik yang banyak dilakukan pada bidang fisiologis mencakup: aktivitas syaraf, sensasi/penginderaan, dan fisiologis otak. Hasil riset pada ketiga bidang ini sangat signifikan membuka wawasan mengenai manusia sehingga memperkuat pandangan para ilmuwan saat itu akan pentingnya strategi empiris yang sistematis dalam setiap bidang keilmuan.
— Bagi psikologi hasil-hasil ini memberi jalan untuk membangun dasar fisiologis bagi operasi-operasi mental. Penting untuk memahami secara logis dan empiris mengenai aktivitas mental itu sendiri
— Menjelaskan posisi ilmu psikologi modern yang dekat dengan bidang kedokteran dan psikiatri.
Francis Bacon (1561-1626), menganjurkan metode induktif sebagai metode utama dalam science karena berangkat dari hasil observasi terhadap sesuatu yang nyata. Dengan demikian ia menantang pendapat Aristoteles dan the Scholastic bahwa metode deduktif – induktif sama kuatnya. Dalam konteks seperti di ataslah dikatakan bahwa Bacon ‘tidak setuju’ dengan rasionalisme yang spekulatif, meskipun idenya sendiri juga sangat rasional. Dengan kembali pada fakta yang nyata, Bacon berharap science dapat terbebas dari prinsip-prinsip yang spekulatif namun selama ini sangat kuat dipegang. Ada 3 pergerakan utama di bidang science yang mempengaruhi berdirinya psikologi sebagai ilmu mandiri dan bagaiamana perkembangan disiplin ilmu itu di abad 20 :
1. Fisiologis: Kemajuan-kemajuan di bidang fisiologis, meliputi riset-riset di bidang aktivitas syaraf , sensasi, dan otak yang memberi dasar empiris bagi fungsi-fungsi yang sebelumnya dianggap fungsi dari soul (jiwa), yang juga sebelumnya dianggap sangat abstrak.
Tokoh-tokoh penting :
— Charles Bell-Francoise Magendie: fakta bahwa syaraf sensoris dan motorik beroperasi secara terpisah dan searah. Mengikis anggapan bahwa syaraf manusia mencover keduanya, mengkomunikasikan informasi motorik kepada urat syaraf melalui ‘getaran’ yang diperoleh dari informasi sensoris.
— Johannes Mueller: lebih menekankan pada proses transmisi syaraf. Doctrine of Specific Nerve Energies: transmisi syaraf adalah proses yang menjembatani antara sensed object dengan mind. Maka awareness manusia, bukan semata-mata disebabkan oleh objek tertentu, juga bukan karena jiwa, tapi diperantarai oleh proses transmisi syaraf. Pandangan ini melengkapi penjelasan ttg peran mind dan consciousness (cogito ergo sum) dan menjadi dasar bagi penelitian mengenai lokasi spesifik dari fungsi tertentu di otak.
— Marshall Hall: refleks dikomandoi oleh syaraf tulang belakang (spinal cord) dan bukan syaraf batang otak. Mendiferensiasikan gerakan tubuh ke dalam 4 kelompok : voluntary movement, respiratory movement, involuntary movement, dan refleks. Pandangannya ini memicu diskusi mengenai kesadaran yang sangat relevan bagi perkembangan psikologi.
— Paul Broca (1824 – 1880), menemukan pusat Broca yang mengendalikan aktivitas bicara. Ia merupakan tokoh penting dalam studi fisiologis otak. Studi ini berkembang dari phrenology (Gall & Spurzheim), satu-satunya pendekatan yang waktu itu berfokus pada otak . Fokus utama dari eksplorasi fisiologis otak adalah untuk menemukan lokasi fisiologis dari bagian-bagian mental, bagian tertentu dari otak yang merupakan central dari aktivitas mental manusia.
— Pierre Flourens (1794-1867), mencoba pendekatan dengan bukti non-pathological (melengkapi Broca), menemukan pusat-pusat penting dari otak yaitu :
a. Cerebral hemisphere : willing, judging, memory, seeing, and hearing
b. Cerebellum : motor coordination
c. Medulla oblongata: mediation of sensory and motor function
d. Corpora quadrigemina : vision
e. Spinal cord : conduction
f. Nerves : excitation
Para ahli yang bersibuk diri dengan studi fisiologis dari sensasi, berusaha menguraikan anatomi dari reseptor indrawi dan menganalisis pengalaman psikologis yang dihasilkan berdasarkan proses fisiologisnya. Tokoh : Thomas Young (1773-1829) : trichromatic theory, Jan Purkinje (1787-1869) : hubungan sistematis antara struktur mata dan syaraf ke otak untuk menjelaskan perceptual error.
2. Psikofisiologis: Psychophysics, adalah bagian dari disiplin ilmu fisiologi yang memfokuskan pada subjective experience dalam mempelajari hubungan antara stimulus fisik dan sensasinya. Sensasi yang dirasakan oleh pancaindera manusia dipandang sebagai refleksi hubungan soul-body dan tidak semata-mata dijelaskan dari sudut anatomi atau fisik saja. Psychophysics merupakan tahap transisi yang krusial antara bidang fisiologis dengan awal pemunculan psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu. Oleh karena itu para tokoh psychophysics dapat dianggap sebagai tokoh pendiri psikologi.
Tokoh-tokoh penting :
— Gustav Theodor Fechner : hubungan antara sensasi dan persepsi, menganggap psikofisik sebagai sebuah ilmu eksak untuk menjelaskan hubungan antara body and mind. Ia tidak setuju dengan materialism, yaitu bahwa mind harus selalu diwujudkan dalam bentuk nyata baru bisa diteliti, sebaliknya ia berpegang pada tradisi pemikiran Jerman dimana mind diangagp sebagai sesuatu yang aktif dan memiliki struktur secara mandiri. Ia mengajukan ilmu empiris tentang mind dimana meningkatnya bodily and sensory stimulations dianggap sebagai indicator atau measurement untuk intensitas pengalaman mental. Konsep utama : ambang atau threshold. (absolute threshold, just noticeable threshold).
— Hermann von Helmholtz (1821-1894)
Seorang pelopor psikologi eksperimen, banyak menggunakan waktu reaksi dalam penelitiannya, merupakan sesuatu yang masih banyak digunakan dalam psi eksperimen sampai sekarang. Konsepnya : unconscious inference : penyimpulan hasil persepsi manusia diperoleh berdasarkan proses yang berulang sehingga akhirnya menjadi sesuatu yang tidak disadari ,‘irresisitible’, sekali terbentuk sulit secara sadar untuk dimodifikasi, dan digeneralisasi kepada stimulus yang mirip di lingkungan. Konsep penting lain : unbewusster schluss
Para tokoh psychophysics menunjukkan area studi yang tidak dengan mudah diakomodasi dalam ilmu fisika, fisiologis, atau filosofi. Area studi inilah yang berkembang menjadi obyek studi psikologi.
3. Evolusi: Evolusi, yang dikemukakan oleh Charles Darwin (1809-1882) merupakan titik penting dalam pemikiran mengenai manusia karena mengajukan ide bahwa keberadaan manusia merupakan bagian dari proses adaptasi makhluk hidup dengan alam, manusia bukan secara spesial diciptakan dan dengan demikian perbedaannya dengan makhluk lain hanya bersifat gradual, bukan kualitas. Pandangan ini penting dan relevan sekali bagi perkembangan psikologi, terutama memberikan ide mengenai individual difference, perbedaan antar individu juga sifatnya hanya gradual, bukan kualitas.
Tokoh penting :
— Francis Galton (1822 – 1911) : dikenal sebagai bapak psikologi eksperimental Inggris. Menampilkan aspek praktikal dan kegunaan dari teori evolusi Darwin, mentransfer teori Darwin dari konteks biologis ke dalam konteks perbaikan dalam masyarakat.
PENGERTIAN PSIKOLOGI FAAL BERASAL DARI PSIKOLOGI & FAAL
— Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia (BIGOT dkk., 1950)
— Faal adalah ilmu yang mempelajari fungsi & aktifitas alat-alat tubuh manusia
— Psikologi faal adalah ilmu yang mempelajari perilaku/tingkah laku manusia dalam kaitannya dengan fungsi & aktivitas alat-alat tubuh.
Yang termasuk dalam alat-alat koordinasi adalah:
— Susunan system syaraf pusat
— Susunan system syaraf tepi (PERIHERAL)
— Alat-alat indera : penglihatan/mata, pendengaran/telinga, penciuman/hidung, pengecap/lidah, peraba/kulit
— Alat-alat endokrin (HORMON) yang menghasilkan kelenjar-kelenjar yang dapat mensekresikan hormone.
OTAK
Otak yang menakjubkan ada 100 milyar sel syaraf (neuron) yang aktif, 900 milyar neuron menempel, member nutrisi & mengisolasi sel neuron aktif. Masing-masing neuron dapat tumbuh 20.000 cabang otak kanan dan kiri.
- OTAK KIRI = OTAK AKADEMIK = OTAK INSTING = OTAK KIRI = TATA BAHASA, LOGIKA, MEMORI, ANGKA, ABJAD, ANALISIS, RASIONAL, REALISASI
- OTAK KANAN = OTAK KREATIVITAS = OTAK EMOSIONAL = OTAK KANAN = IRAMA, LAMUNAN, IMAJINASI, KHAYALAN. MUSIK, WARNA, DIMENSI
PERKEMBANGAN OTAK (nama lain)
- FOREBRAIN (otak depan) terdiri dari:
- TELENCEPHALON (endbrain) &
- DIENCEPHALON (interbrain)
- MIDBRAIN (otak tengah) MESENCEPHALON
- HINDBRAIN (otak belakang) terdiri dari
- METENCEPHALON (afterbrain) &
- MYELENCEPHALON (marrowbrain)
PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN FISIK OTAK
- LAHIR : 25% ukuran dewasa (+ 350 gram) 87,5 gram
- 18 bulan (1,5 thn) : 50% ukuran dewasa 175 gram
- 72 bulan (6 tahun) : 90% ukuran dewasa 315 gram
- 216 bulan (18 tahun) : 100% ukuran dewasa
PERKEMBANGAN OTAK (ENCEPHALON) SECARA EMBRIONIK
1. PROSENCEPHALON (otak depan) terdiri dari : TELENCEPHALON (Pusat penciuman) & DIENCEPHALON (Pusat pendengaran & keseimbangan)
2. MESENCEPHALON (otak tengah) TETAP Pusat penglihatan
3. RHOMBENCEPHALON (otak belakang) terdiri dari : METENCEPHALON (Pusat gerak) & MYELENCEPHALON (Pusat respirasi = Pusat pernafasan)
PERKEMBANGAN INTELEKTUAL (KECERDASAN) OTAK VERSI AMERIKA & EROPA DAN VERSI INDONESIA
è VERSI AMERIKA & EROPA LAHIR 4 THN : 50% POTENSI ORANG DEWASA
è 4 THN 8 THN : 80% POTENSI ORANG DEWASA
è 8 THN 18 THN : 100%
è POTENSI ORANG DEWASA VERSI INDONESIA LAHIR 6 BLN : 50% POTENSI ORANG DEWASA
è 6 BLN 3 THN : 80% POTENSI ORANG DEWASA
è 3 THN 18 THN : 100% POTENSI ORANG DEWASA
Struktur Membran
Struktur membran sel yaitu model mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972. Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak. Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semipermanen Komponen penyusun membran sel antara lain adalah fosfolipid, protein, oligosakarida, glikolidpid, dan kolestrol. komponen muchus membran sel semipermanen di lapisan membran
Dua Lapis Lipid
Komponen utama membran sel terdiri atas fosfolipid, selain itu terdapat senyawa lipid seperti sfingomyelin, kolesterol, dan glikolipida. Fosfolipid memiliki dua bagian yaitu bagian yang bersifat hidrofilik dan bagian yang bersifat hidrofobik. Bagian hidrofobik merupakan bagian yang terdiri atas asam lemak. Sedangkan bagian hidrofilik terdiri atas gliserol, fosfat, dan gugus tambahan seperti kolin, serin, dan lain-lain. Penamaan fosfolipid dan sifat masing-masing akan bergantung pada jenis gugus tambahan yang dimiliki oleh fosfolipid. Jenis-jenis fosfolipid penyusun membran sel antara lain adalah : fosfokolin (pc), fosfoetanolamin (pe), fosfoserin (ps), dan fosfoinositol (pi). Secara alami di alam fosfolipid akan membentuk struktur misel (struktur menyerupai bola) atau membran lipid 2 lapis. Karena strukturnya yang dinamis maka komponen fosfolipid di membran dapat melakukan pergerakan dan perpindahan posisi. Pergerakan yang terjadi antara lain adalah pergerakan secara lateral (Pergerakan molekul lipid dengan tetangganya pada monolayer membran) dan pergerakan secara flip flop (Tipe pergerakan trans bilayer).
Protein Integral Membran
Protein ini terintegrasi pada lapisan lipid dan menembus 2 lapisan lipid / transmembran. Protein integral memiliki domain membentang di luar sel dan di sitoplasma. Bersifat amfipatik, mempunyai sekuen helix protein, hidrofobik, menembus lapisan lipida, dan untaian asam amino hidrofilik. Banyak diantaranya merupakan glikoprotein, gugus gula pada sebelah luar sel. Di sintesis di RE, gula dimodifikasi di badan golgi.
Kerangka Membran
Kerangka membran atau disebut juga sitoskeleton mempunyai tiga macam jenis yaitu mikrotubulus, mikrofilamen,dan filamen intermediet.
Sistem transpor membran
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hifrofobik(CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel. Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.
Transpor pasif
Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan.Disfusi, Osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya. Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein transpor.
Transpor aktif
Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore. Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada Bakteriorhodopsin.
FUNGSI SISTEM SYARAF
1. Pusat koordinasi segala aktivitas tubuh
2. Pusat kesadaran, memori, dan intelegensi
3. Pusat “HIGHER MENTAL PROCESSES” yang terdiri dari: REASONING, THINKING &JUDGMENT
SEL SYARAF (NEURON)
1. Dendrit = uluran pendek & bercabang
2. Nukleus = inti yg mngandung kromosom gen
3. Membran sel tdd lipid atau lemak
4. Sitoplasma àbening & jernih
5. Mitokondria àmengolah makanan
6. Badan sel (soma) à bertanggung jwb untuk kehidupan sel
7. Akson = uluran panjang mengandung selaput myelin & neurilema (Schwann sheat)
8. Akson Hillock = bentuk kerucut pd pertemuan akson dan soma
9. Nodus of Ranvier à tanpa selaput myelin
10. Terminal Buttons à bg akhir akson berbentuk kancing yang berfungsi melepaskan neuro transmiter (berupa substansi kimia)
Sistem syaraf
1. System syaraf pusat (SSP) : melibatkan otak dan medulla spinalis (sumsum tulang belakang)
2. Sistem syaraf tepi (SST) : juga melibatkan otak dan medulla spinalis, hanya penyampaiannya berbeda
a. Afferent (sensorik) à reseptor ke SSP
b. Efferent (motorik) àSSP ke otot & kelenjar
A. Somatik SSP àke otot rangka
B. Otonomik SSP à ke otot polos & otot
— Jantung & kelenjar
— Simpatis
— Parasimpatis
KLASIFIKASI SISTEM SYARAF
A. BERDASARKAN JUMLAH ULURAN
1. unipolar
2. bipolar
3. multipolar
4. multipolar interneuron
B. BERDASARKAN FUNGSI
1. afferent (sensorik)
2. efferent (motorik)
3. internuncial (intermediet)
BERDASARKAN JUMLAH ULURAN
1. UNIPOLAR (PSEUDOUNIPOLAR) AKSON DAN DENDRIT dalam 1 garis pada hewan avertebrata
2. BIPOLAR AKSON DAN DENDRIT DIPISAHKAN OLEH BADAN SEL (SOMA) pada sel batang & sel kerucut mata manusia
3. MULTIPOLAR MELIBATKAN SATU AKSON dengan BANYAK DENDRIT (seperti anatomi sel syaraf pada umumnya)
4. MULTIPOLAR INTERNEURON BADAN SEL pada INTERNEURON yang MELIBATKAN BANYAK DENDRIT
BERDASARKAN FUNGSI
1. AFFERENT Penghantaran impuls dari reseptor ke sistem syaraf pusat
2. EFFERENT Penghantaran impuls dari sistem syaraf pusat ke efektor (organ target)
3. INTERMEDIET penghantaran impuls antara satu neuron dengan neuron lain pada sistem syaraf pusat
4. Motor neuron neuron yg aksonnya berakhir pd otot rangka
5. Sekretori neuron neuron yg aksonnya berakhir pd kelenjar endokrin & eksokrin
6. Asselerasi neuron neuron yg aksonya berakhir pd otot jantung & otot polos saluran pencernaan peningkatan denyut jantung (simpatis), peningkatan gerak/kerja otot polos (parasimpatis)
7. Inhibitori neuron sama dgn asselerasi neuron pengurangan denyut jantung (parasimpatis) & pengurangan gerak/kerja otot polos, saluran pencernaan (simpatis)
Fungsi selaput myelin
— Sebagai isolator
— Melindungi akson dari tekanan dan luka
— Memberi nutrisi (makanan) pada akson
— Mempercepatnya jalannya impuls syaraf àdengan cara melompat (saltatorik)
— Tanpa myelin penghantaran impuls berjalan à biasa
SYNAPSIS
Titik kontak antara neuron yg satu dgn neuron yang lain. Umumnya terdapat neurotransmitter shg penghantaran impuls sampai di neuron berikutnya. Terdapat celahsynaptic vesicle yg besarnya lbh krg 200 Ao
— 1 Ao = 10 -10
Macam-macam Synapsis
1. Synapsis axosomatik à titik kontak antara akson dari neuron yang satu dengan soma (badan sel) neuron yang lain
2. Synapsis axondendritik à titik kontak antara akson dari neuron yang satu dengan dendrit neuron yang lain
3. Synapsis axoaxonik à titik kontak antara akson dari neuron yang satu dengan akson neuron yang lain = axoneuritik
Karakteristika Synapsis
— Berjalan satu arah à dari dendrit ke soma à dari soma ke akson untuk satu neuron
— Adanya perlambatan (delay) karena di lepaskannya senyawa pada terminal syaraf ke neuron berikutnya
— Sangat peka terhadap kelelahan (fatique)
— Sangat peka terhadap obat-2an à bisa meningkatkan dan bisa juga menurunkan
Lintasan Syaraf
— Di otak :
1. asosiasi : Penghantaran impuls dari satu titik ke titik lain pd belahan otak yg sama (bisa bolak balik)
2. proyeksi : Penghantaran impuls dari satu titik di belahan otak mana saja ke medula spinalis (tidak bisa bolak balik)
3. comisura : Penghantaran impuls dari satu titik ke titik lain pd belahan otak yang berbeda
— Di medula spinalis
— Ascendens: Penghantaran impuls yg menuju ke otak
— Descendens: Penghantaran impuls yg meninggalkan otak
SEL-SEL PENDUKUNG SISTEM SYARAF PUSAT
— SEL GLIA & SEL SATELIT
— Sel glia (neuroglia) à nerve glue = perekat syaraf yang mempunyai fungsi:
1. Meletakkan CNS (CENTRAL NERVE SYSTEM) menjadi satu bagian yang utuh
2. Mengontrol persediaan substansi kimia yang diperlukan neuron untuk komunikasi dengan neuron lain.
3. Melindungi neuron yang satu dari pengaruh yang lain sehingga pesan yang disampaikan tidak campur aduk
4. Memusnahkan dan melepaskan neuron yang mati akibat kecelakaan atau proses penuaan
Macam-macam sel glia
— Astrocyte = Astroglia = sel bintang à mempunyai fungsi memberi dukungan secara fisik terhadap neuron (memperkuat rekatan glia pada pada neuron); membersihkan substansi-substansi yang tidak berguna dalam otak karena mempunyai sifat fagositosit; mengatur pencairan kimia di sekeliling neuron; melindungi synapsis.
— Oligodendroglia à mempunyai fungsi mendukung akson dan memproduksi serat-serat selaput myelin sebagai pelindung akson
— Sel satelit berlangsung pada SSP (PNS = PERIPHERAL NERVE SYSTEM)
— Fungsi sel satelit à member dukungan terhadap neuron di luar CNS (CENTRAL NERVE SYSTEM), terutama disyaraf (kumpulan akson di PNS) & organ-organ pengindera
— Yang bersifat seperti oligodendroglia di PNS (PERIPHERAL NERVE SYSTEM) à Schwann cell
— Schwann cell berbeda dari oligodendroglia dalam hal pembangunan sel baru bila terjadi kerusakan pada syaraf tepi, sel ini menolong pembangunan akson yang mati dan rusak
POLARISASI, DEPOLARISASI & REPOLARISASI
Polarisasi adalah kondisi syaraf dalam keadaan istirahat artinya permukaan luar bermuatan positif, bagian dalam bermuatan negatif, bila salah satu bagian dirangsang akan terjadi depolarisasi yaitu perbedaan muatan dimana yang luar bermuatan positif jadi negatif dan muatan yang dalam bermuatan negatif menjadi positif. Jika luar atau dalam terjadi perbedaan muatan akan menyebabkan arus listrik atau arus local yang akan menyebabkan depolarisasi seluruhnya sampai penjalaran impuls berjalan mulus. Repolarisasi setelah penjalaran akan kembali dan selanjutnya akan mengalami istirahat kembali.
SYARAF KRANIALIS & SYARAF SPINALIS
a. Syaraf Kranialis ada 12 pasang, kecuali pada kelas Pisces & kelas Amphibia hanya ada 10 pasang
b. Penulisan syaraf kranialis dengan angka romawià I s/d XII
c. Syaraf spinalis keluar dari masing-2 antara dua tulang vertebrae
d. Penulisan syaraf spinalis dengan angka latin biasa
SYARAF KRANIALIS
a. I àOlfaktori untuk penciuman
b. II àOptik untuk penglihatan
c. III àOkulumotor untuk gerakan bola mata, mengontrol pupil mata serta lensa dan mengontrol air mata
d. IV àTroklear untuk gerakan bola mata (gerakan kiri kanan, atas bawah) serta berputar
e. V àTrigeminal untuk sensasi di bagian muka serta mengunyahsekitar rahang atas, sekitar rahang bawah dan sekitar daerah mata (opthalmic)
f. VI àAbducens untuk gerakan bola mata terutama untuk melihat benda yang jauh
g. VII àFasialis untuk otot muka, mimik muka, kelenjar air liur dan rasa (lidah)
h. VIII Auditori untuk pendengaran & keseimbangancabang akustik, pendengaran & cabang vestibular keseimbangan
i. IX Glossopharyngeal = glossus = lidah; pharyng = esophagus untuk otot-otot kerongkongan, kelenjar air liur dan rasa (lidah)
j. X à Vagus untuk kontrol parasimpatik dari organ-2 internal; sensasi dari organ-organ internal serta rasa (lidah); juga sebagai pengontrol kerja syaraf kranialis yang lain
k. XI àSpinal asesoris untuk otot otot kepala dan leher
l. XII à Hypoglossal (hipo = bawah; glossus = lidah) untuk otot-otot lidah & leher
Vertebrae leher (servikalis, 7 ruas); vertebrae dada/punggung (thorakalis = sternalis, 12 ruas); vertebrae pinggang (lumbalis, 5 ruas); panggul (sakralis, 4 ruas bersatu =fusi); ekor (kaudalis = coccygi, 3 ruas bersatu (fusi). Selain mempersyarafi sesuai dengan nama-2nya, syaraf spinalis juga mempersyarafi bagian lain.
- Kepala = kaputalis = kranialis; mata = orbitalis; kelopak mata atas = palpebra superis; kelopak mata bawah = palpebra inferis; hidung = nasalis; rahang atas = maksilaris; rahang bawah = mandibularis; dahi = frontalis; pipi = zigomatis; telinga = otis
- Bahu = pektoralis; belikat = skapularis
- Lengan secara keseluruhan = humeralis; tdd: lengan atas = brakhialis; lengan bawah = antebrakhialis; tdd: yg berhubungan dgn ibu jari = radialis; yg berhubungan dgn kelingking = ulnalis; telapak tangan = palmatis = karpalis;
- Jari-2 = digitalis; tdd: ibu jari tangan = polluksis; ibu jari kaki = halluksis; sementara jari-2 yang lain tidak ada beda, yaitu: telunjuk = sekundalis; tengah = medialis; manis = annulis; kelingking = minimalis
- Punggung = dorsalis; perut = ventralis = abdominalis; samping tubuh = lateralis
- Paha = femoralis; tlg kering = tibialis; betis = fibulalis; telapak kaki = tarsalis; tempurung lutut = patelis = patelalis
- Diafragma = phrenikus
- Ereksi pd penis pria & klitoris wanita = erigenus
Bila otak dibagi dua disebut potongan longitudinal sehingga kita mempunyai otak kiri (sinistra) dan kanan (dekstra). Bila otak dibagi secara vertikal disebut potongan melintang sehingga kita mempunyai bagian depan (anterior = kranial) dan bgn belakang (posterior = kaudal). Bila otak dibagi secara horizontal disebut potongan membujur sehingga kita mempunyai bagian atas (superior) dan bagian bawah (inferior).
Bagian-bagian otak
— FRONTAL LOBES: daerah pengontrol gerakan tubuh, kerusakan bagian ini akan menyebabkan gangguan terhadap gerakan khusus jari-jari.
— PARIETAL LOBES: memberikan informasi dari indera kulit.
Hubungan Fisiologis
Hubungan fisiologis dengan lingkungan maupun perilaku manusia adalah pembagian ilmu syaraf perilaku (psikologi biologis yang mempelajari mekanisme saraf persepsi dan perilaku melalui manipulasi langsung otak binatang bukan manusia subjek dalam eksperimen terkontrol. Berbeda dengan subdivisi lain dalam psikologi biologis, focus utama fisiologis penelitian psikologis adalah pengembangan teori-teori yang menjelaskan hubungan perilaku otak daripada pengembangan penelitian yang memiliki nilai translasi. Kadang-kadang di sebut dengan psikofiosiologi, dan dalam beberapa tahun terakhir disebut neuroscience kognitif. Salah satu contoh dari riset psikologi fisiologis adalah studi tentang peran hipokampus dalam belajar dan memori. Hal ini dapat dicapai dengan operasi pengangkatan hippocampus dari otak tikus yang diikuti oleh memori penilaian tugas oleh tikus yang sama.
Penginderaan
ENDOKRIN
Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin.
- Jaringan sekretoris
Jaringan sekretoris disebut juga kelenjar internal karena senyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh. Jaringan sekretoris dibagi menjadi sel kelenjar, saluran kelenjar, dan saluran getah. Sel kelenjar mengandung bermacam senyawa hasil metabolisme. Saluran kelanjar adalah sel berdinding tipis dengan protoplasma yang kental mengelilingi suatu ruas berisi senyawa yang dihasilkan oleh sel-sel tersebut. Saluran getah terdiri atas sel-sel atau sederet sel yang mengalami fusi, berisi getah, dan membentuk suatu sistem jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain.
a. Hipofisis
Kelenjar ini terletak pada dasar otak besar dan menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu kelenjar hipofisis disebut master gland. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian tengah, dan bagian posterior.
1. Hipofisis bagian anterior. Hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis bagian anterior.
2. Hipofisis bagian tengah. Menghasilkan hormon perangsang melanosit atau Melanosit Stimulating Hormon MSH). Apabila hormon ini banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit menjadi hitam.
3. Hipofisis bagian posterior.
b. Tiroid / Kelenjar Gondok
Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan di antara keduanya dapat daerah yang menggenting. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.
Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium dalam makanan dalam waktu panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan iodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di dalam makanan.
Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik tiroid (Morbus Basedowi) dengan gejala sebagai berikut; kecepatan metabolisme meningkat, denyut nadi bertambah, gelisah, gugup, dan merasa demam. Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus) dan kelenjar tiroid membesar.
c. Paratiroid / Kelenjar Anak Gondok
Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah. Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.
Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah. Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang, sehingga urin banyak mengandung kapur dan fosfor. Pada orang yang terserang penyakit ini tulang mudah sekali patah. Penyakit ini disebut von Recklinghousen.
d. Kelenjar Adrenal / Suprarenal / Anak Ginjal
Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal. Pada setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula). Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan penyakit Addisondengan gejala sebagai berikut : timbul kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntah-muntah, terasa sakit di dalam tubuh. Dalam keadaan ketakutan atau dalam keadaan bahaya, produksi adrenalin meningkat sehingga denyut jantung meningkat dan memompa darah lebih banyak. Gejala lainnya adalah melebarnya saluran bronkiolus, melebarnya pupil mata, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.
e. Pankreas
Ada beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai pulau Langerhans berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi glikogen untuk disimpan. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit diabetes. Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bekerja antagonis dengan hormon insulin.
f. Ovarium
Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel telur, ovarium juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkan ovarium yaitu sebagai berikut.
1. Estrogen. Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang dapat membedakan wanita dengan Aria tanpa melihat kelaminnya. Contohnya, perkembangan pinggul dan payudara pada wanita dan kulit menjadi bertambah halus.
2. Progesteron. Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh LH dan berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi. Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini dapat mempertahankan kehamilan.
e. Testis
Seperti halnya ovarium, testis adalah organ reproduksi khusus pada pria. Selain menghasilkan sperma, testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon androgen, yaitu testosteron. Testosteron berfungsi menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya suaranya membesar, mempunyai kumis, dan jakun.
f. Hormon
Hormon (dari bahasa Yunani, όρμή: horman - "yang menggerakkan") adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan (lihat artikel hormon tumbuhan), memproduksi hormon. Hormon berfungsi untuk memberikan sinyal ke sel target yang selanjutnya akan melakukan suatu tindakan atau aktivitas tertentu.
Tindakan yang dilakukan karena pesan hormon sangat bervariasi, termasuk di antaranya adalah perangsangan atau penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause). Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular.
Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak). Hipotalamus mengontrol sekresi banyak kelenjar yang lain, terutama melalui kelenjar pituitari, yang juga mengontrol kelenjar-kelenjar lain. Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untu mensekresikan hormonnya dengan mengirim faktor regulasi ke lobus anteriornya dan mengirim impuls saraf ke posteriornya dan mengirim impuls saraf ke lobus posteriornya.
· Faktor Regulasi
Faktor regulasi adalah senyawa kimia yang mengontrol produksi sejumlah hormon yang memiliki fungsi penting bagi tubuh. Senyawa tersebut dikirim ke lobus anterior kelenjar pituitari oleh hipotalamus. Terdapat 2 faktor regulasi, yaitu faktor pelepas (releasing factor) yang menyebabkan kelenjar pituitari mensekresikan hormon tertentu dan faktor penghambat (inhibiting factor) yang dapat menghentikan sekresi hormon tersebut. Sebagai contoh adalah FSHRF (faktor pelepas FSH) dan LHRF (faktor pelepas LH) yang menyebabkan dilepaskannya hormon FSH dan LH.
· Hormon Antagonistik
Hormon antagonistik merupakan hormon yang menyebabkan efek yang berlawanan, contohnya glukagon dan insulin. Saat kadar gula darah sangat turun, pankreas akan memproduksi glukagon untuk meningkatkannya lagi. Kadar glukosa yang tinggi menyebabkan pankreas memproduksi insulin untuk menurunkan kadar glukosa tersebut.
Related Post
6. Psikologi Faal
* MEMORI
* Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernapasan dan Pencernaan
* Pengantar Ilmu Penyakit Anak
* Ilmu Penyakit & Anatomi, Fisiologi THT (Telinga Hidung Tenggorokan)
* Penyuluhan Kesehatan
* Ilmu Neurologi (Persyarafan)
* Biology Science (Ilmu Biologi)
* Perawatan dan Bedah pada Intervensi Klinis
di 4:51:00 PM Diposkan oleh Ardi al-Maqassary
Label: 6. Psikologi Faal
Reaksi:
0 komentar:
Poskan Komentar
Lihat selengkapnya....!!!
Buat sebuah Link
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langgan: Poskan Komentar (Atom)
# INFO BEASISWA!!! Beasiswa Unggulan Depdiknas
# Lowongan Beasiswa
# Rumah Beasiswa
# Belajar Dengan Beasiswa
# Info Beasiswa Dalam dan Luar Negeri
# Info Beasiswa S1, S2, S3
# Bursa Beasiswa
# Sharing untuk mendapatkan Beasiswa
Bagaimana pendapat anda tentang Informasi Psikologi yang ada di Psychologymania?
Kurang Lengkap
Cukup Lengkap
Lengkap
Sangat Lengkap
VoteView Results
Share ThisPolldaddy.com
Quantcast
My Blog List
*
Al-Ikhwan.net
Konsep Reformasi Dalam Perspektif Ikhwanul Muslimin (12) Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim, Mengembalikan Eksistensi Negara, Mendirikan Khilafah, Memimpin Dunia - Urgensi Khilafah dan Upaya Mendirikannya Kembali Imam Syahid berkata, “Setiap jengkal tanah yang di atasnya ada seorang muslim yang mengucapkan Tiada Tuhan...
5 hari yang lalu
*
Liputan6 - Aktual Tajam dan Terpercaya
Anggota KPU Bima Sering Diteror via SMS - 25/10/2010 10:04 (Sengketa Pilakda) Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima sering mendapatkan teror melalui pesan singkat sebelum insiden peled...
6 menit yang lalu
Psychology Mania, Ardi © 2010 Template by:
Muhammad Ardi. Please Call me: +6281275851922 or e-mail: ardi.makassar@yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar